Thursday, June 11, 2026
HomeDPRD Provinsi Kalimantan TimurDPRD Kaltim Soroti Lambannya Penanganan Abrasi dan Infrastruktur di Maratua-Derawan

DPRD Kaltim Soroti Lambannya Penanganan Abrasi dan Infrastruktur di Maratua-Derawan

pembacasetia.com, Samarinda – Kawasan pesisir Maratua dan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), menghadapi ancaman serius dari abrasi pantai yang semakin parah dan keterbatasan infrastruktur pendukung.

Masalah ini dinilai bisa menghambat masa depan sektor pariwisata sekaligus mengancam kehidupan masyarakat lokal.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Husin Djufri, mengungkapkan kekhawatirannya setelah melakukan kunjungan langsung ke lokasi. Ia menyebut, selain tergerus abrasi, kawasan ini juga belum mendapat dukungan infrastruktur dasar yang memadai dari pemerintah provinsi.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, sumber air bersih bisa terancam hilang, dan kawasan wisata yang menjadi andalan daerah bisa rusak permanen,” ujar Husin.

Ia menjelaskan bahwa beberapa langkah pengendalian sudah mulai dilakukan oleh pemerintah kabupaten, seperti pemasangan penahan ombak dan penanaman mangrove.

Namun, menurutnya, keterbatasan dana membuat upaya tersebut belum optimal dan memerlukan dukungan lebih besar dari pemerintah provinsi.

Tak hanya pada persoalan lingkungan, Husin juga menyoroti masalah infrastruktur lain seperti lemahnya jaringan telekomunikasi serta distribusi energi, terutama bahan bakar minyak dan elpiji.

Ia menilai bahwa hambatan ini turut memperlambat pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung kawasan.

“Wisatawan dan pelaku usaha butuh akses komunikasi yang baik dan pasokan energi yang lancar. Tapi di lapangan, hal-hal mendasar seperti sinyal dan SPBU saja masih bermasalah,” jelasnya.

Masalah konektivitas udara juga mendapat perhatian. Menurut Husin, bandara yang sudah dibangun di wilayah tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, operasional bandara yang optimal sangat penting untuk membuka akses transportasi dan distribusi logistik.

Ia mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim agar tidak lagi pasif dalam menghadapi persoalan ini. Menurutnya, tidak adil jika beban pengelolaan kawasan strategis seperti Maratua-Derawan hanya ditanggungkan kepada pemerintah kabupaten.

“Kalau provinsi ingin menjadikan kawasan ini sebagai destinasi unggulan, maka harus ada komitmen nyata. Jangan hanya menunggu laporan dari daerah,” tegasnya.

Husin menekankan bahwa upaya menjaga keberlanjutan Maratua-Derawan membutuhkan kolaborasi dan perhatian lintas pemerintah. Tanpa tindakan cepat dan terintegrasi, potensi besar yang dimiliki kawasan ini akan sulit diwujudkan.

“Kawasan ini punya daya tarik luar biasa, tapi tanpa perlindungan lingkungan dan infrastruktur yang memadai, semuanya bisa hilang sia-sia,” pungkasnya. (Adv/RM)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments