Thursday, June 11, 2026
HomeDPRD Provinsi Kalimantan TimurDPRD Kaltim Kritisi Besarnya Anggaran Pendirian Dapur Program MBG

DPRD Kaltim Kritisi Besarnya Anggaran Pendirian Dapur Program MBG

pembacasetia.com, Samarinda – Biaya pengadaan dapur umum untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Katim dinilai terlalu tinggi dan dapat menghambat pencapaian target pembangunan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, yang menyoroti anggaran pembangunan yang bisa mencapai ratusan juta rupiah per unit.

Menurut Darlis, biaya investasi awal untuk satu dapur MBG diperkirakan menyentuh angka Rp800 juta, bahkan belum termasuk pengadaan lahan maupun bangunan. Anggaran tersebut dinilai terlalu berat jika tidak ada penyesuaian yang realistis.

“Biaya sebesar itu hanya mencakup peralatan dapur, kendaraan pengangkut, perlengkapan katering, instalasi gas, dan pengaturan ruang. Belum menyentuh aspek lain seperti lahan dan fisik bangunan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan tidak hanya berada pada aspek finansial, melainkan juga pada kesiapan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan dapur-dapur tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah ketersediaan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), yang menjadi syarat wajib dalam operasional dapur MBG.

“Percuma dana besar digelontorkan kalau tenaga penggeraknya belum tersedia. Ini bisa membuat dapur tak kunjung beroperasi,” ujar legislator dari PAN tersebut.

Melihat situasi ini, Darlis mengusulkan agar pemerintah melakukan evaluasi ulang terhadap struktur pembiayaan dapur MBG. Menurutnya, penghitungan anggaran perlu disesuaikan agar lebih menarik minat sektor swasta untuk ikut berkontribusi.

“Kalau biaya investasinya lebih rasional, saya yakin swasta bisa terlibat. Tapi kalau masih terlalu tinggi, mereka akan berpikir dua kali,” katanya.

Ia menekankan bahwa program MBG merupakan langkah positif untuk meningkatkan gizi anak-anak usia sekolah, namun keberhasilannya sangat tergantung pada keberlanjutan pembangunan infrastruktur pendukung yang efisien dan terjangkau.

“Ini program strategis, jadi harus ada upaya konkret agar pelaksanaannya tidak tersendat hanya karena beban biaya yang terlalu besar,” tutup Darlis. (Adv/RM)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments