Wednesday, June 10, 2026
HomeDPRD Provinsi Kalimantan TimurSMK di Kaltim Dinilai Perlu Berbenah, DPRD Dorong Jurusan yang Sesuai Perkembangan...

SMK di Kaltim Dinilai Perlu Berbenah, DPRD Dorong Jurusan yang Sesuai Perkembangan Industri

pembacasetia.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai pendidikan kejuruan di provinsi ini harus melakukan transformasi serius agar tidak tertinggal dari kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Ia menekankan pentingnya penyesuaian jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar selaras dengan tren industri modern dan digitalisasi.

Menurut Agusriansyah, program pendidikan gratis seperti GratisPol memang bermanfaat dalam membuka akses pendidikan, namun perlu dilengkapi dengan peningkatan kualitas kurikulum dan relevansi keahlian lulusan.

“Bebas biaya itu penting, tapi kalau jurusannya tidak relevan dengan kebutuhan industri sekarang dan masa depan, ya lulusannya akan kesulitan bersaing,” ujarnya.

Ia menyarankan agar SMK tidak hanya terpaku pada jurusan konvensional, melainkan mulai melirik sektor baru yang potensial, seperti pertanian modern berbasis teknologi serta industri kreatif digital.

Salah satu gagasan yang ia dorong adalah membuka jurusan pertanian dengan dukungan teknologi seperti drone dan alat mekanisasi canggih, demi menciptakan SDM yang mampu menghadapi era pertanian presisi.

“Sektor pertanian pun sekarang butuh keahlian digital. Ini peluang besar kalau dikembangkan sejak sekolah,” ucapnya.

Selain itu, Agusriansyah menyoroti peluang di dunia konten digital. Menurutnya, SMK perlu mengembangkan jurusan-jurusan baru seperti konten kreator atau manajemen kanal YouTube yang dilengkapi fasilitas produksi dan pelatihan teknis.

“Industri kreatif sudah jadi lapangan kerja utama bagi anak muda. SMK harus siap menyiapkan talenta di bidang ini, bukan cuma sekadar nama jurusan, tapi harus lengkap dengan pelatihan, sertifikasi, dan perangkatnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, perubahan arah pendidikan vokasi ini harus menjadi bagian dari agenda pembangunan jangka panjang pemerintah daerah. Tanpa langkah konkret, ia khawatir lulusan SMK hanya akan menjadi angkatan kerja yang sulit diserap pasar.

“Kalau kita tidak gesit beradaptasi, anak-anak kita akan jadi korban dari sistem yang tidak relevan lagi. GratisPol harus dibarengi kebijakan yang visioner, bukan sekadar slogan,” terangnya.

Agusriansyah pun berharap pemerintah daerah bersama institusi pendidikan berani mengambil langkah terobosan dalam merumuskan peta kompetensi baru bagi SMK di Kaltim, sehingga lulusan bisa langsung terserap di dunia industri yang berbasis teknologi dan kreativitas. (Adv/RM)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments