Wednesday, June 10, 2026
HomeDPRD Provinsi Kalimantan TimurBaba Ingatkan Generasi Muda, Boleh Jadi Influencer Tapi Pendidikan Jangan Ditinggal

Baba Ingatkan Generasi Muda, Boleh Jadi Influencer Tapi Pendidikan Jangan Ditinggal

pembacasetia.com, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, mengajak para generasi muda untuk tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas, meskipun tren menjadi influencer atau kreator konten digital semakin populer di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Menurut Baba, era digital memang membuka peluang besar untuk menyalurkan kreativitas dan meraih penghasilan melalui platform seperti TikTok, YouTube, atau Instagram. Namun, ia menegaskan bahwa kesuksesan jangka panjang tetap membutuhkan fondasi pendidikan yang kuat.

“Anak-anak muda sekarang sangat kreatif, mereka cepat melihat peluang. Tapi saya selalu ingatkan, pendidikan adalah modal utama untuk membangun masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai, kemudahan meraih ketenaran di dunia maya kerap membuat sebagian pelajar menganggap sekolah atau kuliah sebagai hambatan. Selain pengaruh media sosial, menurutnya, faktor ekonomi dan tekanan gaya hidup juga memicu keinginan untuk cepat mandiri secara finansial.

“Menjadi populer di media sosial itu cepat, tapi juga bisa cepat hilang. Kalau tidak dibarengi dengan ilmu dan keterampilan, akan sulit bersaing ke depannya,” kata Baba.

Mengulas pengalamannya pribadi, Baba menceritakan masa mudanya yang harus bekerja sambil bersekolah karena keterbatasan ekonomi. Ia menyebut perjuangan itu sebagai bekal utama yang membentuk karakter dan membawanya ke dunia politik.

“Saya dulu harus kerja demi bisa tetap sekolah. Berat, tapi itu yang menempa saya. Pendidikan tidak hanya memberi ijazah, tapi juga membentuk mental dan cara berpikir,” ungkapnya.

Meski demikian, Baba tidak menentang keinginan generasi muda untuk bekerja lebih awal, termasuk menekuni dunia digital. Ia justru mendorong agar aktivitas tersebut diimbangi dengan semangat untuk tetap belajar, misalnya dengan mengikuti kuliah daring atau program pendidikan nonformal.

“Menjadi influencer tidak masalah, asal tetap ada semangat untuk menuntut ilmu. Sekarang banyak cara untuk belajar, bahkan dari rumah,” imbuhnya.

Selain itu, Baba menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menghadapi era digital. Ia menyarankan pendekatan komunikatif dan terbuka, agar anak-anak bisa memahami pentingnya keseimbangan antara dunia maya dan dunia nyata.

“Orang tua harus hadir sebagai pembimbing, bukan penghalang. Arahkan anak untuk tetap menjaga pendidikan, akhlak, dan etika di tengah derasnya arus digital,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Baba mendorong dunia pendidikan di Kalimantan Timur agar terus berinovasi. Ia mengusulkan agar literasi digital, etika media sosial, dan kewirausahaan diperkuat dalam kurikulum, agar peserta didik tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memahami dampaknya.

“Kita harus menyesuaikan pendidikan dengan realitas zaman. Anak-anak harus dibekali dengan keterampilan digital dan nilai-nilai moral agar siap menghadapi masa depan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutup Baba. (Adv/RM)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments