pembacasetia.com, Samarinda – Dengan kemajuan teknologi informasi dan transformasi digital yang berkembang pesat, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry meminta agar Pemprov Kaltim segera mengoperasionalkan media sosial sebagai saluran resmi penyaluran informasi program Gratispol yang menyasar puluhan ribu pelajar dan mahasiswa.
Sarkowi menyoroti tingginya potensi pemanfaatan platform digital seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, guna menyosialisasikan rincian program Gratispol yang mencakup beasiswa mahasiswa hingga jenjang S3 dengan anggaran Rp750 miliar tahun ini dan Rp2,1 triliun tahun depan.
“Kalau hanya mengandalkan pengumuman resmi di web atau surat edaran, banyak masyarakat yang belum terjangkau,” ujarnya.
Ia menyatakan telah menyampaikan rekomendasi konkret dalam rapat Komisi IV kepada Kepala Biro agar segera menetapkan kanal komunikasi digital resmi.
“Perlu dibuat kanal tanya jawab di TikTok atau Instagram. Masyarakat bisa mengajukan pertanyaan dan langsung diklarifikasi pemerintah,” tekan Sarkowi.
Pendekatan digital pun dinilai lebih efektif untuk menekan potensi misinformasi atas program Gratispol yang dalam beberapa bulan terakhir menimbulkan kerancuan terkait skema, syarat pendaftaran, dan jadwal pelaksanaan.
“Tanpa saluran yang komunikatif, publik cenderung menarik kesimpulan sendiri tanpa informasi resmi,” tambahnya.
Menurut Sarkowi, Pemprov Kaltim memiliki momentum tepat untuk menerapkan digital-first strategy demi edukasi publik. “Permintaan publik sekarang cepat. Jika kita belum hadir di platform media sosial, kita dianggap tidak responsif,” terangnya.
Dengan memanfaatkan konten video pendek, sesi live diskusi, dan fitur tanya jawab interaktif, Sarkowi yakin pemerintah dapat menjembatani kesenjangan informasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Gratispol.
“Ini bukan soal keren-kerenan, tetapi soal akuntabilitas, aksesibilitas, dan kecepatan penyampaian informasi,” pungkasnya. (Adv/RM)
