Thursday, June 11, 2026
HomeDPRD Provinsi Kalimantan TimurFirnadi Ikhsan Tekankan Pentingnya Perhatian Serius terhadap Kesejahteraan Guru Ngaji

Firnadi Ikhsan Tekankan Pentingnya Perhatian Serius terhadap Kesejahteraan Guru Ngaji

pembacasetia.com, Samarinda – Peran penting guru ngaji dalam membentuk akhlak dan karakter anak-anak diakui luas, namun perhatian terhadap kesejahteraan mereka masih sangat minim.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, saat menggelar pelatihan metode Ummi bagi para pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di wilayah Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu.

Firnadi menilai, kontribusi guru ngaji tidak kalah strategis dibanding tenaga pendidik formal. Namun, kenyataannya, banyak dari mereka menjalankan tugas mulia tersebut tanpa mendapatkan insentif yang layak, bahkan sebagian tidak digaji sama sekali.

“Mereka berjuang mendidik anak-anak membaca dan memahami Al-Qur’an, tapi penghargaan terhadap jasa mereka masih sangat rendah. Ini ironi yang harus segera kita benahi bersama,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah dan masyarakat harus mulai merumuskan kebijakan yang lebih konkret untuk mendukung kesejahteraan para guru ngaji. Ia menilai, pelatihan peningkatan kualitas pengajaran penting, namun perhatian tidak boleh berhenti di situ.

Firnadi menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai kebutuhan para ustaz dan ustazah, baik dalam hal pengembangan kemampuan mengajar, pengadaan sarana belajar, hingga pendalaman ilmu keagamaan.

“Ini adalah bagian dari tanggung jawab moral kita terhadap masa depan generasi muda. Guru ngaji adalah ujung tombak pendidikan karakter berbasis nilai Islam,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan metode Ummi yang saat ini digelar baru merupakan tahap awal. Ke depan, pihaknya akan mengupayakan pelatihan dengan pendekatan lain seperti metode Tilawati maupun Qiroati agar para pengajar dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam proses pembelajaran Al-Qur’an.

“Kami ingin masyarakat bisa memilih metode terbaik sesuai kebutuhan dan kondisi mereka. Tidak boleh ada kesan bahwa belajar Al-Qur’an itu kaku atau terbatas,” pungkas Firnadi. (Adv/RM)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments