pembacasetia.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Husin Djufrie, memanfaatkan masa reses sidang II tahun 2025 dengan turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Kabupaten Berau.
Selama hampir sepekan, ia menggelar kegiatan reses di sejumlah titik, terutama di wilayah kepulauan seperti Pulau Derawan dan Maratua.
Dalam kunjungannya, Husin menerima berbagai keluhan masyarakat, terutama terkait persoalan abrasi pantai yang kini mengancam keberlangsungan lingkungan dan infrastruktur di kawasan pesisir tersebut.
“Masalah utama di sana saat ini adalah abrasi pantai. Penanganannya membutuhkan dana besar, termasuk untuk pembangunan penahan ombak,” ujarnya.
Menurut Husin, abrasi tidak hanya merusak garis pantai, tetapi juga berisiko mempengaruhi ketersediaan air bersih.
Ia menilai, sebagai destinasi wisata unggulan Kaltim, Pulau Derawan dan Maratua semestinya mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi.
“Kita berharap gubernur memberikan perhatian dan anggaran untuk pulau-pulau yang memiliki potensi luar biasa ini,” tegas legislator asal Berau tersebut.
Selain abrasi, masyarakat Pulau Maratua juga mengeluhkan minimnya akses komunikasi akibat banyaknya titik blank spot atau area tanpa sinyal. Hal ini sangat menghambat komunikasi, terutama dalam sektor pariwisata.
“Maratua banyak dikunjungi wisatawan dari luar negeri dan luar daerah. Tapi sinyal telekomunikasi sangat minim. Padahal, ini sangat dibutuhkan untuk mendukung industri pariwisata,” ungkapnya.
Husin juga menyoroti keterbatasan akses transportasi ke Maratua. Meski pulau tersebut telah memiliki bandara, namun saat ini hanya dilayani oleh pesawat kecil dengan frekuensi penerbangan yang terbatas. Ia mendorong adanya dukungan agar maskapai berbadan besar dapat melayani rute ke pulau tersebut secara rutin.
“Kita punya potensi pariwisata besar, tapi transportasinya belum memadai. Perlu dukungan agar pesawat lebih besar bisa mendarat, dan subsidi untuk transportasi laut agar tarif terjangkau serta aman,” jelasnya.
Husin juga menyinggung masalah banjir yang kini meresahkan masyarakat, terutama akibat pendangkalan Sungai Kelay dan Sungai Segah. Ia meminta Pemprov Kaltim lebih serius menangani persoalan tersebut.
“Sektor pariwisata, abrasi, sinyal, transportasi, hingga banjir, semua harus mendapat perhatian serius. Ini menyangkut masa depan masyarakat dan potensi ekonomi daerah,” pungkasnya. (Adv/RM)
