Wednesday, June 10, 2026
HomeDaerahIni Beras Cap Tugu Hasil Desa Loh Sumber yang Dapat Bersaing dengan...

Ini Beras Cap Tugu Hasil Desa Loh Sumber yang Dapat Bersaing dengan Produk Impor

Tenggarong – Guna menjaga ketahanan pangan warga di Desa Loh Sumber, Pemerintah Desa (PemDes) bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Purnama untuk meningkatkan sektor pertanian padi.

Kerja sama ini diketahui telah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Kerjasama yang dibangun yakni dalam hal pengolahan gabah menjadi beras.

Bahkan diketahui jika BUMDes Purnama juga telah memiliki pabrik pengolahan padi dengan kapasitas pengolahan 1 ton per jam. Hasio beras dari produksi petani Desa Loh Sumber diberi label dengan nama Cap Tugu.

Kepala BUMDes Purnama, Sudarmadji mengatakan bahwa saat ini pabriknya di dukung 2 orang karyawan dan telah berhasil memproduksi beras dengan kualitas yang baik dan dapat bersaing dipasaran. Untuk satu kilogram beras Cap Tugu disebutkannya dijual seharga Rp. 10 ribu oer kilogram.

“Ini Kan baru tahap uji coba, nanti kalo sudah diresmikan akan kami tambah jumlah karyawannya, dan tentunya produksi kami akan kami tingkatkan” ucap Sudarmadji saat dikonfirmasi, Senin (3/4/2023).

“Untuk memperkuat armada mesin pemanen kedepan akan kami tambah lagi 3 unit, sehingga jumlahnya menjadi 7 unit” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Loh Sumber, Sukirno juga mengaku optimis jika beras Cap Tugu hasil desanya itu dapat bersaing dengan produk-produk impor lainnya. Oleh karena itu, ia tak ingin ada produk beras lain masuk ke desa. Hal itu untuk meningkatkan perekonomian para petani di Desa Loh Sumber.

“Itulah yang menjadi pertimbangan kami selain tentunya kesesuaian program dengan pemerintah daerah, kami tidak ingin ada beras dari luar masuk disini, target kami bisa memenuhi kebutuhan beras kecamatan Loa Kulu, bahkan masyarakat Kukar” ungkapnya.

Dengan adanya pabrik itu, diharapkan mampu mengatasi semua permasalahan yang dialami oleh para petani.

“Sebab, sejauh ini BUMDes membeli harga gabah dari petani diatas harga rata- rata,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments