Wednesday, July 22, 2026
HomeDaerahPasarkan Produk ke Warga Setempat, Beras Desa Beloro Berpotensi Dikembangkan

Pasarkan Produk ke Warga Setempat, Beras Desa Beloro Berpotensi Dikembangkan

Tenggarong – Beras memang menjadi komoditi pangan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan pada sektor pertanian untuk menjaga kestabilan kebutuhan pangan masyarakat.

Salah satu kawasan pertanian yang perlu adanya bantuan pengembangan pada sektor pertanian yakni seperti Desa Beloro yang berada di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)

Desa dengan luasan 142,50 kilometer itu diketahui memiliki potensi yang cukup besar oada sektor pertaniannya. Bahkan terdapat 6 kelompok tani yang berperan penting dalam ketahanan pangan warga di Desa Beloro.

Kepala Desa Beloro, Muhammad Muhtar mengatakan bahwa terdapat 60 persen warganya merupakan petani padi.

Disebutkannya, kelompok tani di Desa Beloro dapat menghasilkan sebanyak 3 ton beras per minggunya. Hal ini tentunya memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Sebab selama ini pemasaran mereka hanya sebatas lingkungan desa saja.

“Hasilnya 3 ton beras per minggu. Sejauh ini hanya di pasarkan bagi warga desa saja. Belum ada impor ke luar,” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Senin (3/4/2023).

Meski telah berhasil memproduksi beras sendiri, namun beras hasil para petani di Desa Beloro kerap dijual kembali kepada warganya saja. Hal itu lantaran kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung pertanian di desa tersebut.

Melihat potensi pertanian yang dimiliki oleh Desa Beloro, Muhammad Muhtar berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk mempermudah pemasaran mereka agar bisa bersaing dengan produk impor lainnya.

“Untuk padi pemasarannya masih sebatas di desa Bloro, dan hasil taninya kadang tidak menentu,” ucapnya.

Ia juga berharap adanya bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah seperti pembangunan kanal air untuk melindungi persawahan yang ada di Desa Beloro dari banjir dan kekeringan yang bisa mengakibatkan gagal panen.

“Sarana dan prasarana kami kurang menunjang, sejauh ini yang warga keluhkan sarana dan prasarananya,” jelasnya.

Hal itu dimintanya, sebab areal pertanian kerap kebanjiran saat musim hujan, lalu kekeringan di musim kemarau sehingga pengelolaan lahan pertanian tidak maksimal.

“Saat air hujan masuk ke sawah jadi banjir dan itu akan menyebabkan gagal panen, Kami mengharapkan dukungan pemerintah agar berjalan terus sehingga kami dapat meningkatkan produktifitas pertanian,” pungkasnya.

Kantor Desa Beloro.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments