Thursday, June 11, 2026
HomeDPRD Provinsi Kalimantan TimurYenni Minta Media Bebaskan Perempuan dari Perangkap Representasi Sekadar Pelengkap

Yenni Minta Media Bebaskan Perempuan dari Perangkap Representasi Sekadar Pelengkap

pembacasetia.com, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, kembali menyoroti ketimpangan representasi perempuan di dunia media, bukan hanya dari segi kuantitas, tetapi juga perannya dalam pengambilan kebijakan editorial yang strategis.

Menurut Yenni, banyak media saat ini masih menempatkan perempuan sebagai pelengkap, bukan sebagai penggerak utama dalam membentuk agenda pemberitaan.

“Tantangannya bukan sekadar berapa banyak perempuan yang bekerja di media, melainkan seberapa besar ruang yang mereka miliki untuk mempengaruhi isi dan arah liputan,” ujarnya.

Ia menilai dominasi laki‑laki masih kuat di level manajerial media, yang secara nyata membatasi partisipasi perempuan. Seringkali, norma-norma tradisional juga mempersempit peluang perempuan masuk ke posisi strategis. Selain itu, kurangnya perspektif gender di ruang redaksi turut memicu bias dalam pemberitaan.

“Kalau perempuan minim di balik meja keputusan, maka isu-isu yang berdampak pada mereka bisa terpinggirkan atau tidak tampil dalam berita,” jelasnya.

Yenni menekankan media memiliki peran krusial sebagai pembentuk opini serta struktur sosial. Dengan keterbatasan representasi perempuan di ranah pengambilan keputusan, ketidakadilan gender dalam konten media pun secara tidak langsung direproduksi dalam masyarakat.

Untuk itu, ia menyerukan agar berbagai pihak seperti pengelola media, lembaga pendidikan jurnalistik, dan pemerintah daerah dapat bersinergi guna menciptakan tata kelola yang lebih adil dan inklusif.

Bahkan, dukungan dalam bentuk kebijakan pro-gender, lingkungan kerja setara, serta pelatihan kepemimpinan bagi jurnalis perempuan sangat dibutuhkan.

Yenni juga mengajak seluruh masyarakat turut mengubah cara pandang terhadap posisi perempuan di media. “Perempuan tidak meminta perlakuan istimewa, tapi membutuhkan akses setara untuk menunjukkan kemampuan. Dengan itu, dunia media bisa menjadi lebih sehat dan representatif,” tandasnya. (Adv/RM)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments