Thursday, June 11, 2026
HomeDPRD Provinsi Kalimantan TimurFestival UMKM HKG PKK 2025 Jadi Simbol Pemberdayaan Perempuan, Norhayati : Perempuan...

Festival UMKM HKG PKK 2025 Jadi Simbol Pemberdayaan Perempuan, Norhayati : Perempuan Punya Peran Strategis

pembacasetia.com, Samarinda – Festival UMKM yang digelar dalam rangka peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional 2025 di Samarinda tak sekadar menjadi ajang promosi produk lokal.

Bagi Sekretaris DPRD Kaltim, Norhayati Usman, acara ini mencerminkan peran penting perempuan dalam mendorong perekonomian daerah.

Hadir langsung pada pembukaan yang berlangsung di halaman parkir GOR Kadrie Oening Sempaja, Norhayati menekankan bahwa kekuatan utama festival bukan hanya pada jumlah peserta atau ragam produk, tetapi pada semangat kolaboratif dan pemberdayaan yang digerakkan oleh kaum perempuan.

“Ketika ibu-ibu rumah tangga terlibat aktif dalam UMKM, mereka tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah secara keseluruhan,” ungkap Norhayati.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 Juli, ini menghadirkan lebih dari 100 pelaku usaha lokal. Sebagian besar berasal dari kelompok PKK, koperasi wanita, hingga komunitas kreatif desa.

Produk yang ditampilkan pun sangat beragam mulai dari makanan tradisional, produk herbal, hingga kerajinan tangan berbahan daur ulang yang seluruhnya mencerminkan kreativitas khas perempuan.

Norhayati juga menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan untuk UMKM berbasis keluarga dan komunitas. Ia menilai sinergi antara DPRD, TP PKK, dan para pelaku usaha harus diperkuat melalui kebijakan yang berpihak serta program pelatihan berkelanjutan.

“UMKM ini bukan hanya usaha kecil-kecilan. Mereka adalah pilar ekonomi dan stabilitas sosial. Ekonomi keluarga adalah fondasi kemandirian bangsa,” tegasnya.

Tak hanya pameran produk, festival ini juga menyediakan layanan kesehatan gratis serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Menurut Norhayati, inilah bentuk pendekatan holistik yang ideal dengan menggabungkan pemberdayaan ekonomi dengan kepedulian sosial.

Ia berharap festival ini menjadi awal dari lebih banyak inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berangkat dari akar rumput, serta menjadi bukti bahwa perempuan tidak lagi hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai motor utama pembangunan ekonomi lokal. (Adv/RM)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments